Perkuat Sinergi Akademik dan Pengabdian, Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura

Sidoarjo, 29 April 2026– Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura pada Rabu ini, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi (FE), Ketua Program Studi Akuntansi, Sekretaris Program Studi, serta perwakilan dari unit Kemahasiswaan dan Keuangan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen institusi dalam memastikan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan dunia pesantren tidak hanya berjalan secara seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi tata kelola keuangan dan pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi Ibu Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M. menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan perwujudan dari visi universitas untuk mengabdi pada umat. Beliau menyatakan bahwa Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara profesional dan transparan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, tanpa meninggalkan nilai-nilai khas pesantren. Hal ini selaras dengan paparan dari Kaprodi Ibu Dian Fahriani, S.E., M.SA. dan Sekprodi Akuntansi Bapak Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak. yang merinci berbagai capaian program, mulai dari pendampingan penyusunan laporan keuangan hingga efektivitas program magang mahasiswa yang telah dilaksanakan di berbagai titik pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Diskusi berlangsung secara dinamis ketika Wakil Rektor III Bapak H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd, memberikan arahan mengenai penguatan kerja sama lintas sektoral. Beliau menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pengembangan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Di sisi lain, unit Keuangan dan Kemahasiswaan memberikan catatan evaluatif terkait optimalisasi anggaran kegiatan dan rekognisi nilai mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Masukan ini disambut baik oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap agar durasi dan intensitas pendampingan dapat ditingkatkan, khususnya dalam hal digitalisasi pencatatan keuangan untuk unit usaha milik pesantren.

Sebagai penutup kegiatan di Lantai 5 Kampus II tersebut, seluruh pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi ini. Beberapa poin utama yang akan segera diimplementasikan adalah pembaharuan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif serta pengembangan sistem monitoring berbasis digital, LKMM-TD akan diselenggarakan untuk Mahasiswa Pesantre, kegiatan perkuliahaan akan dikoordinasikan secara ulang guna menunjang perkuliahan secara offline, dan beberapa poin penting lainnya. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan dokumen MONEV dan sesi foto bersama, menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.