Entries by data ekonomi

Mahasiswi FE UNUSIDA Raih Juara 3 Nasional di Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5

Mahasiswi FE UNUSIDA Raih Juara 3 Nasional di Kejuaraan Pencak Silat "Malang Championship 5

Sidoarjo,  Civitas Akademika Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dengan bangga mengumumkan prestasi luar biasa yang diraih oleh salah satu mahasiswinya dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” tingkat nasional tahun 2025. Malinda Dwi Hanjiani Setyo, mahasiswi Program Studi Manajemen Angkatan 2024, berhasil meraih Juara 3 dan membawa pulang Piala Kemendikbud RI serta Piala Wali Kota Malang, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi.

Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” merupakan salah satu kompetisi beladiri bergengsi di Indonesia yang diikuti oleh ratusan atlet muda berbakat dari berbagai perguruan tinggi dan dojo di seluruh Nusantara. Ajang ini menjadi medan pertarungan yang sengit, menguji kemampuan fisik, mental, dan teknik para pesilat. Keberhasilan Malinda Dwi Hanjiani Setyo meraih posisi ketiga di tingkat nasional adalah bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan bakat luar biasa yang dimilikinya.

Perjalanan Malinda menuju podium juara tidaklah mudah. Sejak awal berkomitmen pada dunia pencak silat, ia telah menjalani latihan intensif dan disiplin tinggi. Berjam-jam waktu dihabiskan untuk mengasah teknik, memperkuat fisik, dan mempelajari strategi bertanding. Dukungan penuh dari keluarga, pelatih, serta rekan-rekan seperjuangan di perguruan pencak silatnya juga menjadi faktor penting dalam kesuksesannya. Selain itu, dukungan moral dan fasilitas dari UNUSIDA turut berkontribusi dalam memfasilitasi persiapan Malinda menghadapi kejuaraan ini.

Ketika diwawancarai, Malinda Dwi Hanjiani Setyo mengungkapkan rasa syukurnya dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan sangat berterima kasih kepada Allah SWT, orang tua, pelatih, teman-teman, dan seluruh civitas akademika UNUSIDA, terutama Fakultas Ekonomi, atas dukungan tiada henti. Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama,” kata Malinda dengan senyum bangga. Ia juga berharap bahwa pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang yang diminati. “Semoga ini bisa memotivasi teman-teman untuk tidak takut bermimpi besar dan berani meraihnya,” tambahnya.

Pencak silat, sebagai seni bela diri tradisional Indonesia, memiliki nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan pembentukan karakter. Disiplin, sportivitas, keberanian, dan rasa hormat adalah beberapa nilai yang diajarkan dalam setiap gerakan pencak silat. Keberhasilan Malinda tidak hanya membuktikan kemampuannya sebagai pesilat, tetapi juga mencerminkan karakter kuat yang terbentuk melalui latihan pencak silat. Hal ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan jiwa kepemimpinan.

Prestasi Malinda Dwi Hanjiani Setyo ini juga menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas dan reputasi di berbagai bidang. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, percaya bahwa keberhasilan mahasiswanya di kancah nasional akan semakin memperkuat posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur dan Indonesia. UNUSIDA terus berupaya menyediakan lingkungan akademik yang kondusif, didukung oleh fasilitas memadai dan tenaga pengajar berkualitas, untuk memastikan setiap mahasiswa dapat mengembangkan potensi terbaiknya.

Ke depan, Fakultas Ekonomi UNUSIDA akan terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Program-program pembinaan minat dan bakat akan semakin diperkuat, memastikan bahwa mahasiswa memiliki platform yang tepat untuk mengasah kemampuan mereka. Prestasi Malinda menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Selamat dan sukses sekali lagi untuk Malinda Dwi Hanjiani Setyo atas pencapaian luar biasa ini. Semoga semangat juangnya terus menyala dan menginspirasi banyak pihak.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UNUSIDA Raih Juara I Lomba Poster Funtaxtice 2025, Buktikan Peran Generasi Muda dalam Literasi Pajak

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UNUSIDA Raih Juara I Lomba Poster Funtaxtice 2025, Buktikan Peran Generasi Muda dalam Literasi Pajak

SIDOARJO – Dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi (Prodi) Akuntansi, Chusnul Khotimah dan Reni Sagita, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I dalam Lomba Poster tingkat perguruan tinggi pada ajang Funtaxtice 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi, tetapi juga menegaskan peran penting generasi muda dalam meningkatkan kesadaran dan literasi pajak di Indonesia (17-07-2025).

Funtaxtice 2025 merupakan acara tahunan yang digagas oleh DJP Jatim II untuk menjaring talenta-talenta muda dari berbagai perguruan tinggi. Melalui tema “Pajak Kuat Indonesia Maju,” kompetisi ini menantang para peserta untuk menuangkan ide-ide inovatif mereka tentang pentingnya pajak dalam pembangunan nasional. Lomba poster menjadi salah satu kategori favorit yang menarik banyak partisipasi, menguji kreativitas dan kemampuan peserta dalam mengemas pesan yang kompleks menjadi visual yang mudah dipahami. Tim juri, yang terdiri dari perwakilan DJP dan praktisi kreatif, menilai karya peserta berdasarkan orisinalitas ide, relevansi pesan, estetika visual, dan kekuatan penyampaian.

Poster karya Chusnul dan Reni, yang berjudul “Pahlawan Di Era Modern Dengan Bayar Pajak Untuk Indonesia Emas ,” sukses mencuri perhatian juri. Poster tersebut menampilkan visual yang bersih dan modern dengan infografis yang memaparkan secara ringkas bagaimana pajak yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk fasilitas publik, seperti jalan, sekolah, rumah sakit, hingga subsidi. Mereka menggunakan perumpamaan

* Pahlawan modern = Warga negara yang taat membayar pajak.

* Perjuangan pahlawan = Membayar pajak untuk membangun negara.

* Keuntungan pajak = Ekonomi yang stabil, masyarakat makin sejahtera, anggaran negara terjaga, dan fasilitas publik membaik.

Pesan yang kuat ini dikemas dalam desain yang minimalis namun berkesan, jauh dari kesan rumit atau membosankan yang sering kali melekat pada isu pajak.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa pajak itu hanya sekadar kewajiban yang berat,” ujar Chusnul Khotimah. “Melalui poster ini, kami mencoba menunjukkan sisi lain dari pajak, yaitu sebagai bentuk partisipasi aktif kita sebagai warga negara untuk membangun masa depan bersama. Konsepnya sederhana: setiap kontribusi kecil dari kita bisa menjadi bagian dari sesuatu yang besar dan bermanfaat untuk banyak orang. Kemenangan ini sangat tidak terduga, tetapi ini membuktikan bahwa edukasi pajak bisa disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.”

Senada dengan Chusnul, Reni Sagita juga mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami benar-benar fokus pada bagaimana membuat pesan tentang pajak ini menjadi relevan, terutama untuk kalangan anak muda seperti kami. Kami memilih elemen visual yang populer dan tidak kaku. Ide-idenya kami olah agar mudah dicerna, bahkan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang akuntansi sekali pun. Kami yakin, dengan komunikasi yang tepat, kesadaran pajak akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Reni. Ia menambahkan bahwa proses riset dan kolaborasi tim menjadi kunci utama keberhasilan mereka. “Kami banyak berdiskusi dan melakukan riset kecil tentang apa saja yang didanai oleh pajak. Hal ini membuat poster kami tidak hanya estetis, tetapi juga didukung oleh data yang akurat.”

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Akuntansi UNUSIDA untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kreativitas. Mahasiswa didorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu terkini seperti literasi finansial dan pajak. Kemenangan ini juga mengukuhkan reputasi Prodi Akuntansi sebagai salah satu prodi terdepan yang berhasil memadukan teori akuntansi dengan praktik lapangan serta kemampuan komunikasi yang efektif.

Kemenangan Chusnul dan Reni adalah pencapaian yang membanggakan, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah nasional. Peran mereka sebagai agen perubahan dalam menyosialisasikan pentingnya pajak diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya melalui karya, tetapi juga melalui aksi nyata. DJP Jawa Timur II sendiri mengapresiasi tinggi karya-karya kreatif seperti ini, karena dinilai sangat efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi Z dan milenial.

Tim Prodi Manajemen UNUSIDA Raih Pendanaan P2MW 2025 mengusung judul Inovasi Rumah Kucing Ras Bebas Bau dan Ramah Keluarga

Tim Prodi Manajemen UNUSIDA Raih Pendanaan P2MW 2025 mengusung judul Inovasi Rumah Kucing Ras Bebas Bau dan Ramah Keluarga

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencetak prestasi membanggakan. Tim mahasiswa yang digawangi oleh Ahmad Bakhrul Ulum bersama dua rekannya, Anas Khatori dan M. Ishaqul Hisyam, berhasil meraih pendanaan bergengsi dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek)

Mereka mengusung inovasi bertajuk “Ahmad Cathouse”, sebuah solusi peternakan kucing ras (breeding) yang mengedepankan sanitasi, kenyamanan, dan kualitas ras unggulan. Usaha ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menjawab kebutuhan para pecinta kucing akan tempat pengembangbiakan hewan peliharaan yang higienis, bebas bau, serta ideal untuk lingkungan keluarga.

Ahmad Cathouse lahir dari keprihatinan terhadap praktik breeding kucing yang selama ini dinilai kurang memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Di bawah bimbingan Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., ketiganya merancang konsep rumah kucing yang menggunakan sistem filtrasi udara, desain modular kedap bau, serta pendekatan edukatif kepada calon pembeli kucing ras.

“Banyak peternak kucing rumahan tidak memperhatikan aspek sanitasi dan kualitas kandang. Dengan ini maka berdampak pada kesehatan kucing dan kenyamanan lingkungan rumah,” jelas Ahmad Bakhrul Ulum selaku ketua tim. “Ahmad Cathouse hadir membawa standar baru: rumah kucing yang higienis, tidak berbau, dan nyaman untuk ditaruh di area rumah tangga.”

Unit usaha ini menargetkan pasar keluarga muda urban yang menyukai hewan peliharaan, terutama kucing ras seperti Persia, Scottish Fold, dan Maine Coon. Selain menyediakan kucing berkualitas dari indukan tersertifikasi, Ahmad Cathouse juga menawarkan layanan konsultasi dan edukasi pasca adopsi.

Dosen pembimbing, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian mahasiswa bimbingannya ini. Ia menilai usaha ini tak hanya layak secara bisnis, tetapi juga menjawab tren urban society yang makin sadar akan pentingnya animal welfare.

“Tim Ahmad Cathouse menunjukkan kombinasi ideal antara empati terhadap hewan, riset pasar yang kuat, dan keberanian mengambil langkah nyata. Berikut wujud nyata dari semangat merdeka belajar dan kolaborasi kampus dengan dunia usaha,” ujar Jeziano.

Ahmad Bakhrul Ulum mengakui bahwa program P2MW menjadi batu loncatan penting dalam pengembangan usaha mereka. “Dengan pendanaan ini, kami akan menyempurnakan desain kandang berbasis teknologi sirkulasi udara, serta memperluas kanal pemasaran digital. Dukungan dari kampus dan pemerintah jadi motivasi besar kami untuk tumbuh lebih cepat,” tambahnya.

Rekan satu timnya, Anas Khatori, juga menyoroti pentingnya edukasi kepada konsumen. “Banyak yang membeli kucing tanpa tahu cara merawat. Kami ingin memutus siklus itu dengan mendampingi pembeli hingga siap menjadi pet parent yang bertanggung jawab,” kata Anas.

Sementara itu, M. Ishaqul Hisyam, yang menangani aspek manajemen keuangan, menyebut bahwa model bisnis mereka mengedepankan keberlanjutan. “Kami menerapkan sistem reinvestasi dari hasil penjualan untuk memperluas shelter dan kualitas layanan,” ujarnya.

Melalui Ahmad Cathouse, tim berharap dapat menciptakan dampak positif baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, mereka menargetkan penjualan 10–15 ekor kucing ras per bulan, serta membuka lapangan kerja untuk tenaga pengasuh kucing dan pet groomer. Secara sosial, Ahmad Cathouse menjadi pusat edukasi pengasuhan kucing berbasis kesejahteraan hewan. Lingkungan pun diuntungkan lewat teknologi anti-bau yang mengurangi pencemaran udara rumah tangga. (KKH)

Seminar Nasional Metanoia Digitalis: “Inovasi dan Strategi Bisnis di Era Digital” Sukses Digelar

Seminar Nasional Metanoia Digitalis: "Inovasi dan Strategi Bisnis di Era Digital" Sukses Digelar

Sidoarjo, [24 Juni 2025]

Sebuah seminar nasional bertajuk "Metanoia Digitalis: Inovasi dan Strategi Bisnis di Era Digital" sukses diselenggarakan pada hari Senin, 24 Juni 2025. Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan Offline di laksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, dimulai pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB.
Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, membahas strategi dan inovasi terkini dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital. Direktur PT. SIAP, Bapak Andri Halim Gunawan, bertindak sebagai Keynote Speaker, memberikan pandangan mendalam mengenai arah transformasi digital dalam dunia bisnis.
Sesi diskusi panel diperkaya dengan kehadiran para pembicara ahli. Pembicara 1, Dr. Ahmad Dzul Fikri Budi Kusworo, S.E., M.M., dari Dosen Politeknik NSC Surabaya, membagikan wawasan mengenai aspek teknis dan implementasi inovasi digital. Kemudian, Pembicara 2, Dr. Agus Andi Subroto, STP., M.M., yang merupakan Dosen Manajemen ITB Yadika Pasuruan dan Ketua DPD AFEBSI JATIM, mengulas strategi manajemen bisnis di tengah gelombang digitalisasi. Terakhir, Pembicara 3, Dr. Abdullah Zailani, S.E., S.Ag., M.Pd., M.Si., selaku Ketua DPD AFEBSI Jawa Tengah dan Dosen FEB-UTP Surakarta, memberikan perspektif dari sisi akademis dan praktis terkait pengembangan bisnis di era digital.
Seminar Nasional Metanoia Digitalis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif serta menginspirasi para pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat umum untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan lanskap bisnis di era digital yang semakin dinamis.

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Prodi Akuntansi Unusida Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi Teknisi Pajak

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Prodi Akuntansi Unusida Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi Teknisi Pajak

Sidoarjo, 10 Juli 2025 – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja dengan menyelenggarakan “Uji Sertifikasi Asesmen Kompetensi Skema Teknisi Perpajakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi”. Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perpajakan Indonesia, kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa/i Prodi Akuntansi.

Acara sertifikasi ini berlangsung khidmat dan terstruktur di Ruang Auditorium Lantai 5, Kampus 2 Unusida, pada hari Kamis, 10 Juli 2025. Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan berjalan hingga seluruh rangkaian asesmen selesai.

Uji kompetensi ini bertujuan untuk membekali para calon lulusan dengan sertifikat keahlian yang diakui secara nasional. Hal ini menjadi nilai tambah yang krusial bagi mahasiswa saat akan memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif, khususnya di bidang perpajakan. Dengan memiliki sertifikasi ini, lulusan Prodi Akuntansi Unusida tidak hanya berbekal ijazah akademis, tetapi juga bukti konkret atas penguasaan keterampilan teknis perpajakan.

Kegiatan dibuka dengan prakata dari Kepala Program Studi (Kaprodi) Akuntansi Unusida, Ibu Dian Fahriani, S.E., M.S.A., yang dilanjutkan dengan pengarahan dari asesor utama LSP Perpajakan Indonesia, Bapak Drs. EC. Suwadji, M.M. Dalam prosesnya, para peserta diuji kemampuannya dalam menghitung, mempersiapkan, dan melaporkan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi sesuai standar kompetensi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Kaprodi Akuntansi Unusida, Ibu Dian Fahriani, S.E., M.S.A., menekankan pentingnya sertifikasi sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Sertifikasi ini adalah jembatan emas antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Kami tidak hanya ingin membekali mahasiswa dengan ijazah, tetapi juga dengan bukti kompetensi yang diakui secara nasional. Ini adalah nilai tambah yang signifikan bagi mereka saat memasuki dunia kerja,” ujar Ibu Dian.

Sementara itu, perwakilan sekaligus asesor dari LSP Perpajakan Indonesia, Bapak Drs. EC. Suwadji, M.M., menjelaskan mengenai pentingnya standardisasi profesi di bidang perpajakan.

“Kompetensi di bidang perpajakan, khususnya Pajak Penghasilan Orang Pribadi, sangat dinamis. Melalui sertifikasi ini, kami memastikan bahwa para calon teknisi pajak memiliki standar pengetahuan dan keterampilan yang sama sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Integritas dan profesionalisme adalah kunci,” jelas Bapak Suwadji sebelum asesmen dimulai.

Pelaksanaan uji sertifikasi ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa yaitu meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing di pasar kerja, memperoleh pengakuan formal atas kompetensi yang dimiliki, serta menjadi bukti konkret penguasaan praktik perpajakan dan memperkuat reputasi program studi sebagai penghasil lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri, serta menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.

 

Acara yang berjalan lancar ini menunjukkan sinergi yang baik antara institusi pendidikan dan lembaga sertifikasi profesi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya dalam bidang teknisi perpajakan.

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unusida Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Tahun 2025

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unusida Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Tahun 2025

Rabu, 25 Juni 2025 – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi BNSP Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi Manajemen dalam membekali mahasiswa dengan pengakuan kompetensi secara nasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini bekerja sama dengan dua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terakreditasi BNSP, yakni LSP DIFINDO dan LSP Cipta Unggul. Sertifikasi meliputi tiga skema kompetensi penting, yaitu:

  1. Pemasaran (Digital Marketing)
  2. Keuangan (Sistem Penggajian)
  3. Sumber Daya Manusia (Recruitment)

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Manajemen, Bapak M. Mustaqim, S.E., M.M., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa di bidang manajerial.

“Mahasiswa perlu memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya dari sisi akademik, tapi juga pengakuan resmi atas kemampuan praktis di dunia kerja. Dengan sertifikasi BNSP ini, kita berharap lulusan Prodi Manajemen semakin siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional,” ujar beliau.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Prodi Manajemen, Bapak Achmad Zaki, S.E., M.M., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Diktisaintek yang mendorong link and match antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

Pelaksanaan sertifikasi berjalan lancar dengan diikuti oleh mahasiswa Prodi Manajemen yang telah menjalani pelatihan dan pendampingan sebelumnya. Para asesor dari kedua LSP menilai peserta berdasarkan uji kompetensi berbasis standar kerja nasional.

Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen FE UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga tersertifikasi secara profesional.

HIMA Prodi Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Workshop Accurate 2025 dan Tanda Tangani MOA dengan Telkomsel Sidoarjo

HIMA Prodi Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Workshop Accurate 2025 dan Tanda Tangani MOA dengan Telkomsel Sidoarjo

Sidoarjo, 19 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Accurate 2025 dengan tema “Pelatihan Dasar Accurate: Langkah Awal Menuju Akuntansi yang Lebih Cerdas” pada Kamis, 20 Juni 2025. Acara yang bertempat di lantai 4 Ruang 409 Kampus II UNUSIDA ini turut dimeriahkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara Fakultas Ekonomi (FE) UNUSIDA dengan PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel Sidoarjo).

Workshop ini dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari angkatan 2022 hingga 2024 Prodi Akuntansi. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang merupakan Dosen sekaligus Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA. Beliau membagikan pengetahuan dan pengalaman praktisnya mengenai penggunaan software Accurate, sebuah perangkat lunak akuntansi yang sangat relevan di era digital saat ini.

Acara dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak. Ferdian Ramadhan Suria, Manager Mobile Consumer Branch Sidoarjo dari Telkomsel, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengejar era digital yang semakin pesat. “Semakin digital, kita harus mengejar era digital,” ujarnya, memotivasi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.

Ketua Pelaksana Workshop, Vinna Gayuh Asih, menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menumbuhkan semangat dalam menghadapi dunia kerja yang semakin digital. Ia berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis yang relevan, serta mampu mengoperasikan software Accurate secara efektif untuk pengelolaan data keuangan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E, M.M., dalam sambutannya turut menggarisbawahi pentingnya meningkatkan softskill dalam mengaplikasikan software Accurate secara efektif untuk pengelolaan data keuangan. “Penting untuk meningkatkan softskill dalam mengaplikasikan software Accurate secara efektif untuk pengelolaan data keuangan,” tutur Dekan FE UNUSIDA.

M. Agiel Putra Regianto, Ketua HIMA Prodi Akuntansi, mengungkapkan harapannya agar semua peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di jenjang dunia kerja. “Semua peserta mengimplementasikan di jenjang dunia kerja yang dapat berpotensi menjadikan peserta meningkatkan softskill dalam mengaplikasikan software Accurate secara efektif untuk pengelolaan data keuangan di dunia kerja nanti,” pungkas Agiel.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa Prodi Akuntansi UNUSIDA dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan digital. Penandatanganan MOA dengan Telkomsel Sidoarjo juga menandai komitmen UNUSIDA untuk terus menjalin kerjasama strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusannya.