Pelatihan Dasar Wirausaha Baru Kabupaten Sidoarjo: Membangun UMKM Tangguh dan Berdaya Saing Bersama FE UNUSIDA

Pelatihan Dasar Wirausaha Baru Kabupaten Sidoarjo: Membangun UMKM Tangguh dan Berdaya Saing Bersama FE UNUSIDA

Sidoarjo, 24–25 Juli 2026 — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dasar bagi Wirausaha Baru Kabupaten Sidoarjo yang bertempat di Lantai 3 Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan mental kewirausahaan yang kuat. Pelatihan diikuti oleh para pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang sedang merintis maupun mengembangkan usahanya. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pengembangan kewirausahaan yang diharapkan mampu menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, mulai dari membangun pola pikir seorang pengusaha, mengenali peluang usaha, hingga menyusun strategi pengembangan bisnis yang efektif. Para peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini, termasuk pengelolaan usaha mikro, pemasaran digital, pengelolaan keuangan sederhana, pelayanan pelanggan, hingga pentingnya legalitas usaha. Narasumber yang hadir berasal dari kalangan akademisi, praktisi bisnis, dan pendamping UMKM yang memiliki pengalaman dalam pengembangan usaha mikro dan kecil. Melalui penyampaian materi yang interaktif dan berbasis pengalaman nyata, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis tetapi juga wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam menjalankan usaha mereka. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membantu para wirausaha baru memahami berbagai aspek yang dibutuhkan untuk membangun usaha yang sehat, terencana, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang terus berubah.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, studi kasus, dan sesi berbagi pengalaman yang memungkinkan peserta untuk belajar dari berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha lainnya. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan komunikatif karena peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari keterbatasan modal, pemasaran produk, pengelolaan sumber daya, hingga strategi menghadapi persaingan pasar. Para narasumber memberikan berbagai solusi dan rekomendasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi usaha masing-masing peserta. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendorong peserta untuk saling bertukar pengalaman serta membangun jaringan usaha. Bagi banyak peserta, pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana memperoleh ilmu baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas relasi dan memperkuat semangat dalam mengembangkan usaha yang mereka jalankan.

Sebagai mitra pelaksana kegiatan, Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pelatihan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini menunjukkan peran aktif dunia akademik dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah. Melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berupaya menghadirkan kontribusi nyata melalui transfer pengetahuan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki kampus, termasuk ruang pelatihan yang representatif di Lantai 3 Kampus 2 UNUSIDA, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengembangan UMKM di masa mendatang.

Melalui pelaksanaan Pelatihan Dasar bagi Wirausaha Baru Kabupaten Sidoarjo, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan bisnis, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih kuat dalam mengelola dan mengembangkan usaha mereka. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu menghadirkan produk dan layanan yang lebih berkualitas, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Dengan semangat belajar dan berinovasi yang ditunjukkan para peserta, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Sidoarjo.

Seminar Nasional HIMA Prodi Manajemen FE UNUSIDA: Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik

Seminar Nasional HIMA Prodi Manajemen FE UNUSIDA: Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik

Sidoarjo, 4 Juni 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik”. Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa untuk memahami berbagai dinamika ekonomi global yang saat ini dipengaruhi oleh konflik geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, ketidakstabilan pasar keuangan, serta tantangan ekonomi yang dirasakan hampir di seluruh negara. Seminar yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan peserta dari berbagai kalangan yang ingin memperluas wawasan mengenai kondisi ekonomi global serta strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian yang terjadi saat ini. Melalui kegiatan ini, HIMA Manajemen FE UNUSIDA menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan perkembangan isu ekonomi kontemporer sekaligus memberikan ruang diskusi yang konstruktif bagi generasi muda.

Pemateri pertama dalam seminar ini adalah Bapak Dipo Satria Ramli, S.E., M.E., selaku Ekonom CORE Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kondisi perekonomian global saat ini menghadapi berbagai tekanan yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, serta meningkatnya ketidakpastian pasar internasional. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia memang belum berada dalam kondisi krisis ekonomi, namun terdapat sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, risiko inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation), serta ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas. Selain itu, beliau juga menyoroti tantangan pada sektor manufaktur, investasi, dan ketenagakerjaan yang perlu diantisipasi secara serius agar tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut beliau, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya persoalan angka-angka ekonomi, melainkan bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, dan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Pemaparan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif kepada peserta mengenai kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Ibu Editha, S.E., M.M., selaku Dosen Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Dalam paparannya, beliau mengangkat tema mengenai Social Branding sebagai Strategi Adaptif dalam Menunjang Perekonomian di Era Digital. Beliau menjelaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, kemampuan membangun citra diri maupun citra usaha melalui media digital menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Menurut beliau, social branding bukan hanya sekadar membangun popularitas di media sosial, tetapi juga merupakan upaya membangun kepercayaan, kredibilitas, serta nilai yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dengan membangun identitas profesional yang kuat dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha. Beliau juga menekankan bahwa kemampuan membangun branding yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing individu maupun organisasi dalam menghadapi perubahan ekonomi yang semakin dinamis.

Kegiatan seminar berlangsung semakin menarik ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengajukan berbagai pertanyaan kepada kedua narasumber. Pertanyaan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan dampak ketegangan geopolitik terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga mengenai peluang karier bagi lulusan perguruan tinggi, strategi menghadapi persaingan dunia kerja, serta cara membangun personal branding yang efektif di era digital. Kedua narasumber memberikan jawaban yang komprehensif dan aplikatif sehingga peserta dapat memahami hubungan antara kondisi ekonomi makro dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan secara individu. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan ekonomi global dan menyadari pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan. Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta juga menciptakan suasana seminar yang hidup dan penuh semangat akademik.

Melalui pelaksanaan Seminar Nasional bertema “Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik”, Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo berharap dapat meningkatkan literasi ekonomi, kemampuan analisis, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan global yang terus berkembang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori yang diperoleh di ruang perkuliahan, tetapi juga harus mampu mengaitkannya dengan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat dan dunia internasional. Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi ekonomi dan akademisi, seminar ini memberikan perspektif yang berimbang antara kondisi ekonomi makro dan strategi pengembangan diri di era digital. Diharapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja, mengembangkan usaha, serta menciptakan inovasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Kolaborasi Mahasiswa Teknik Industri dan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi Usaha Vorluxa Multicare

Kolaborasi Mahasiswa Teknik Industri dan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi Usaha Vorluxa Multicare

Sidoarjo, 25 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tim kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri dan Fakultas Ekonomi berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 melalui proposal usaha bertajuk Vorluxa Multicare, sebuah inovasi produk pembersih multifungsi berbasis foam brush cleaner yang dirancang untuk membersihkan berbagai perlengkapan personal seperti sepatu, helm, tas, dan topi tanpa memerlukan proses pembilasan air. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan inovasi usaha yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan produk praktis, efisien, dan mudah digunakan. Tim pengusul terdiri dari Nur Syaifullah Yusufal Ichwan dari Teknik Industri sebagai ketua tim, Fahimatus Sania dari Akuntansi, Ananda Trivena Saputri dari Manajemen, serta M. Fathir Firmansyah dari Manajemen yang bersama-sama mengembangkan usaha tersebut dengan menggabungkan kompetensi di bidang produksi, keuangan, pemasaran, dan digital marketing. Struktur tim dibentuk melalui kolaborasi lintas program studi guna mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha secara profesional.

Lahirnya Vorluxa Multicare berawal dari hasil observasi tim terhadap tingginya mobilitas masyarakat, khususnya mahasiswa, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua yang setiap hari menggunakan perlengkapan seperti sepatu, helm, tas, dan topi. Kondisi lingkungan yang dipenuhi debu, polusi, serta aktivitas yang padat menyebabkan perlengkapan tersebut mudah kotor dan memerlukan perawatan rutin. Namun, banyak masyarakat mengalami keterbatasan waktu untuk melakukan pembersihan secara optimal. Di sisi lain, sebagian besar produk pembersih yang tersedia di pasaran masih berfokus pada satu jenis barang dan membutuhkan proses pembilasan yang cukup merepotkan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa UNUSIDA menghadirkan Vorluxa Multicare sebagai solusi pembersih multifungsi yang menggunakan teknologi no-rinse foam cleaner sehingga dapat digunakan tanpa air bilasan. Produk ini diformulasikan dengan pH seimbang pada rentang 6–7 sehingga aman digunakan pada berbagai jenis material seperti kain, kulit sintetis, dan permukaan helm. Selain itu, produk juga dilengkapi agen antibakteri ringan yang membantu mengurangi bakteri penyebab bau, menjadikannya lebih unggul dibandingkan produk pembersih konvensional yang masih tersegmentasi pada fungsi tertentu.

Dalam pengembangannya, setiap anggota tim memiliki tanggung jawab yang berbeda sesuai kompetensinya. Nur Syaifullah Yusufal Ichwan sebagai mahasiswa Teknik Industri bertanggung jawab dalam pengembangan produk, formulasi, proses produksi, kontrol kualitas, serta pengembangan inovasi usaha. Fahimatus Sania dari Program Studi Akuntansi mengelola seluruh aspek keuangan usaha, mulai dari pencatatan arus kas, pengelolaan modal, hingga penyusunan laporan keuangan. Sementara itu, Ananda Trivena Saputri dari Program Studi Manajemen bertugas merancang strategi pemasaran, mengelola penjualan melalui marketplace, dan memperluas jaringan pemasaran. Adapun M. Fathir Firmansyah bertanggung jawab pada pengembangan konten promosi, desain visual, serta pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Vorluxa Multicare karena memungkinkan setiap aspek usaha dikelola secara lebih terstruktur dan profesional. Tidak hanya fokus pada pengembangan produk, tim juga telah menyusun strategi pemasaran digital melalui Instagram, TikTok, Shopee, dan WhatsApp guna memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun kesadaran merek di kalangan konsumen muda.


Keunggulan Vorluxa Multicare terletak pada kemampuannya membersihkan empat jenis perlengkapan sekaligus dalam satu produk, yaitu sepatu, helm, tas, dan topi. Produk ini dirancang menggunakan sistem foam cleaner yang telah dilengkapi sikat aplikator pada kemasan sehingga pengguna tidak memerlukan alat tambahan saat membersihkan perlengkapan mereka. Selain itu, produk juga dilengkapi lap microfiber sebagai pendukung proses pembersihan sehingga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis. Tim juga telah menyusun roadmap pengembangan usaha secara bertahap mulai dari validasi produk, penguatan branding, pengurusan legalitas usaha, pengembangan produk pendukung berupa parfum deodorizer, hingga ekspansi pasar nasional melalui berbagai kanal distribusi. Dengan dukungan pendanaan P2MW, usaha ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pemasaran digital, memperluas jaringan reseller, serta mengembangkan inovasi produk yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, Vorluxa Multicare diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai produk pembersih, tetapi juga sebagai ekosistem bisnis perawatan perlengkapan personal yang terintegrasi.


Keberhasilan lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha Tahun 2026 menjadi capaian yang membanggakan bagi Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam inovasi usaha yang memiliki potensi pasar dan nilai kebermanfaatan yang tinggi bagi masyarakat. Melalui program P2MW, tim Vorluxa Multicare akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta dukungan pendanaan guna mengembangkan usaha ke tahap yang lebih besar. Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi UNUSIDA memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi tim mahasiswa yang telah berhasil membawa nama baik universitas di tingkat nasional. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta menciptakan solusi kreatif yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Vorluxa Multicare diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan mahasiswa UNUSIDA sekaligus menjadi contoh nyata keberhasilan integrasi antara ilmu teknik, manajemen, dan akuntansi dalam membangun usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.