Seminar Nasional HIMA Prodi Manajemen FE UNUSIDA: Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik
/in Berita FE, Hima Manajemen/by data ekonomiSeminar Nasional HIMA Prodi Manajemen FE UNUSIDA: Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik




Sidoarjo, 4 Juni 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik”. Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa untuk memahami berbagai dinamika ekonomi global yang saat ini dipengaruhi oleh konflik geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, ketidakstabilan pasar keuangan, serta tantangan ekonomi yang dirasakan hampir di seluruh negara. Seminar yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan peserta dari berbagai kalangan yang ingin memperluas wawasan mengenai kondisi ekonomi global serta strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian yang terjadi saat ini. Melalui kegiatan ini, HIMA Manajemen FE UNUSIDA menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan perkembangan isu ekonomi kontemporer sekaligus memberikan ruang diskusi yang konstruktif bagi generasi muda.
Pemateri pertama dalam seminar ini adalah Bapak Dipo Satria Ramli, S.E., M.E., selaku Ekonom CORE Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kondisi perekonomian global saat ini menghadapi berbagai tekanan yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, serta meningkatnya ketidakpastian pasar internasional. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia memang belum berada dalam kondisi krisis ekonomi, namun terdapat sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, risiko inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation), serta ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas. Selain itu, beliau juga menyoroti tantangan pada sektor manufaktur, investasi, dan ketenagakerjaan yang perlu diantisipasi secara serius agar tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut beliau, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya persoalan angka-angka ekonomi, melainkan bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, dan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Pemaparan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif kepada peserta mengenai kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Ibu Editha, S.E., M.M., selaku Dosen Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Dalam paparannya, beliau mengangkat tema mengenai Social Branding sebagai Strategi Adaptif dalam Menunjang Perekonomian di Era Digital. Beliau menjelaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, kemampuan membangun citra diri maupun citra usaha melalui media digital menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Menurut beliau, social branding bukan hanya sekadar membangun popularitas di media sosial, tetapi juga merupakan upaya membangun kepercayaan, kredibilitas, serta nilai yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dengan membangun identitas profesional yang kuat dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha. Beliau juga menekankan bahwa kemampuan membangun branding yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing individu maupun organisasi dalam menghadapi perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
Kegiatan seminar berlangsung semakin menarik ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengajukan berbagai pertanyaan kepada kedua narasumber. Pertanyaan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan dampak ketegangan geopolitik terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga mengenai peluang karier bagi lulusan perguruan tinggi, strategi menghadapi persaingan dunia kerja, serta cara membangun personal branding yang efektif di era digital. Kedua narasumber memberikan jawaban yang komprehensif dan aplikatif sehingga peserta dapat memahami hubungan antara kondisi ekonomi makro dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan secara individu. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan ekonomi global dan menyadari pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan. Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta juga menciptakan suasana seminar yang hidup dan penuh semangat akademik.
Melalui pelaksanaan Seminar Nasional bertema “Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi Global di Era Ketegangan Geopolitik”, Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo berharap dapat meningkatkan literasi ekonomi, kemampuan analisis, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan global yang terus berkembang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori yang diperoleh di ruang perkuliahan, tetapi juga harus mampu mengaitkannya dengan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat dan dunia internasional. Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi ekonomi dan akademisi, seminar ini memberikan perspektif yang berimbang antara kondisi ekonomi makro dan strategi pengembangan diri di era digital. Diharapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja, mengembangkan usaha, serta menciptakan inovasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

















